
Doa merupakan kekuatan dan energi yang tiada tara karena ia terhubung dengan Dzat Yang Maha Kuasa. Doa bagi seorang mukmin adalah senjata (silah) karena tidak ada perlindungan dan daya kecuali dari Allah. Sungguh tidak tahu diri seseorang yang hanya tergantung pada materi yang rapuh dan fana sehingga meremehkan kekuatan doa. Alangkah celakanya orang yang merasa telah banyak berdoa dan bahkan pada waktu dan tempat yang mustajab, namun tak kunjung efektif, karena sesungguhnya ia membiarkan virus haram dalam konsumsinya menghambat aliran frekuensi doa untuk sampai kepada Allah. Adalah sangat beruntung orang yang hembus nafasnya selalu mengandung unsur doa yang benar sesuai kadar dan komposisi yang tepat serta bersih dari partikel haram yang mengganggunya keterkabulannya. Wallahu A’lam Wa Billahit Taufiq Wal Hidayah.
Agar sukses dalam berdoa mengahadapi UASBN, ada tips berikut:
- Memilih waktu yang tepat dan memanfaatkan saat-saat mulia seperti Ramadhan, ‘Arafah, Jum’at, dan saat sepertiga akhir di waktu sahur yang merupakan saat mustajab;
- Memanfaatkan kondisi yang mustajab (terkabul) seperti kondisi sujud, turun hujan, qamat;
- Menghadap kiblat dan menengadahkan tangan;
- Menyederhanakan suara dan menghindari suara keras;
- Menyederhanakan bahasa doa dan lebih afdhal bila takut salah ucap sebaiknya menggunakan doa al-Qur’an dan doa yang diajarkan atau dilakukan oleh Nabi;
- Penuh khidmat, khusyu’ dan emosi jiwa;
- Bersungguh-sungguh dalam memohon dan berharap yang disertai keyakinan dikabulkan doanya;
- Menekankan permohonannya dan dapat mengulanginya tiga kali tanpa disertai prasangka akan lama dikabulkannya;
- Memulai doanya dengan dzikir dan pujian kepada Allah serta shalawat kepada Rasulullah;
- Itikad tulus dan niat kuat untuk bertaubat secara benar dan merehabilitasi akibat kezhalimannya serta berhijrah kepada Allah.
Jadi, buat anak-anak kelas VI, keep optimis dah. Dengan doa dan usaha pasti kita bisa mendapatkan apa yang kita minta.
