Jumat, September 07, 2007

Menyongsong Kejayaan Islam Melalui Internet

Da'wah merupakan sebuah jalan yang harus dilalui dalam rangka menegakkan kalimatullah. Layaknya sebuah keping mata uang, da'wah tidak dapat dilepaskan dari Islam. Ia bukan sekedar proses yang penting dilakukan, tetapi lebih jauh da'wah adalah sebuah kewajiban dari Allah SWT sebagaimana yang telah diwahyukan dalam surat An Nahl ayat 125:

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…"

sekaligus perintah dari Rasulullah mulia Muhammad saw:

"Sampaikan dariku walaupun hanya satu ayat."

Demikian mulia dan agungnya kedudukan da'wah dalam ajaran Islam, maka sudah menjadi keharusan bagi setiap individu yang mengaku muslim untuk bukan sekedar terpanggil tetapi bahkan mencoba mencurahkan segenap kehidupannya untuk da'wah.

Seiring dengan berkembang pesatnya kemajuan zaman, beberapa tahun silam muncul di hadapan kita sebuah "dunia baru" bersamaan dengan hadirnya internet. Manusia dengan kepandaiannya telah berhasil membuat sebuah dunia yang tanpa jarak dan tanpa sekat melalui internet. Internet juga telah berhasil menghubungkan manusia yang satu dengan yang lain hanya dalam hitungan detik. Beberapa negara dapat bergantian kita singgahi dalam sekejap. Sehingga selain dunia nyata yang kita alami sehari-hari, manusia juga disuguhkan sebuah "dunia lain" yang sering disebut-sebut dengan dunia cyber atau dunia maya. Berkaitan dengan hal tersebut, Islam sebagai agama yang responsif terhadap segala perubahan dan keadaan, sudah selayaknya melakukan evaluasi terhadap "da'wah tradisionalnya". Da'wah dalam artinya yang luas (bukan sekedar tabligh atau ceramah) dituntut untuk mampu menembus dunia cyber dalam rangka menebarkan benih-benih Al Islam.

Ada beberapa alasan mengapa da'wah dipandang penting untuk dihadirkan di dunia maya. Salah satunya adalah adanya pemahaman bahwa setiap orang berhak untuk menerima da'wah.Da'wah bukanlah terbatas hanya untuk sebagian kalangan dan melupakan kalangan yang lain. Bahkan Rasulullah Muhammad saw mengajarkan para sahabatnya dan juga kita umatnya untuk berda'wah bukan hanya ditujukan kepada sesama muslim, tapi juga harus menyentuh sisi-sisi di luar umat muslimin. Suatu riwayat menceritakan mengenai kisah pengemis Yahudi yang buta. Pengemis Yahudi yang buta itu selalu berdiri di sebuah pasar seraya terus menerus menjelek-jelekan Rasulullah Muhammad saw kepada semua orang yang berlalu di hadapannya. Mendengar hinaan tersebut Rasulullah tidak merasa tersinggung, bahkan ia yang selalu menyuapi makanan kepada sang pengemis tanpa memberitahukan kepada pengemis itu siapa dirinya. Barulah setelah Rasulullah wafat, pengemis Yahudi mendengar perlakuan Rasulullah saw itu dari sahabat Abu Bakar. Pengemis itu kemudian menangis dan bersyahadat di hadapan Abu Bakar setelah mendengar penuturan Abu Bakar. Oleh sebab itu upaya untuk berda'wah kepada para netter (pengguna internet) dipandang penting untuk dilakukan. Dari pengalaman yang ada, tidak sedikit pengguna internet yang tadinya nonmuslim menjadi tertarik kepada Islam. Bahkan dari sekian banyak yang tertarik itu, di antaranya telah berhasil menemukan kesucian dan kebenaran Islam lantaran da'wah yang dilakukan di internet.

Minggu, September 02, 2007

Muhasabah Harian

Muhasabah Harian

Umar bin Khottob berwasiat

“Hitung-hitunglah dirimu sendiri sebelum kamu dihitung, dan timbang-timbanglah dirimu terlebih dahulu sebelum kamu ditimbang, dan persiapkanlah untuk menghadapi alam terbuka yang besar (mahsyar).”

Sesungguhnya bentuk ragam jahiliyah yang sedang dihadapi oleh seorang da’i dan muharrik dalam kehidupannya sangat banyak. Ia merasa asing di tengah-tengah kejanggalan dan keruntuhan sendi-sendi masyarakatnya. Ia merasa semua bentuk kebudayaan asing atau modern adalah menyesatkan dan menenggelamkan nilai-nilai dan akhlaq mulia, serta menyebarkan kekejian dan kehinaan di tengah-tengah masyarakat.

Dengan demikian sangat dihajatkan agar dia mampu mempola jiwanya dan
membentenginya dari pengaruh lain terhadap penyelewengan akhlaq. Supaya
ia mampu melanjutkan perjalanan da’wah dan jihad dengan mendapat ridlo
Allah SWT dan berhasil menghalau segala bentuk kejahiliyahan.

Untuk memcapai ini semua kami berpesan kepada saudara-saudaraku, baik sebagai generasi pemula atau sebagai du’at atau sebagai mas’ul atau lainnya, supaya
masing-masing mempunyai janji harian untuk bermuhasabah dan membentuk
syahsyiah thoyyibah mujahidah…

Muhasabah harian sekaligus merupakan janji harian adalah sebagai berikut :

1. QIYAMUL LAIL (madrasah ruhiyah) jangan sampai anda lewatkan !
Qiyamul lail adalah sumber kekuatan iman yang tak terbandingkan.
Inilah sebenarnya rahasia firman Allah yang menyebutkan :

“Sesungguhnya bangun diwaktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’)
dan bacaan di waktu malam itu lebih berkesan. ” (QS Al Muzammil 6)

Apakah anda selalu menyempatkan diri untuk bangun malam meskipun hanya sebentar? sebagai amal tambahan buat anda, niscaya Allah akan mengangkat anda ketempat yang terpuji. Ataukah anda termasuk orang-orang yang tidur nyenyak lagi lalai? Bukankah saat-saat itu Robbmu turun pada sepertiga akhir malam? Bukankah Dia telah berfirman :

“Tidak ada hamba yang memohon ampun (pada saat itu) melainkan Aku mengampuninya, seorang hamba yang berdoa melainkan Aku menjawabnya,
Dan hamba yang meminta kepada Ku melainkan Aku memberinya. “

Kemudian dimanakah anda hai saudaraku? Apakah anda termasuk hamba-
hamba yang disifati oleh Allah dalam firman-Nya :

” Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya(mengerjakan shalat malam).”
(QS As Sajdah 16)

“Mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam dan diakhir-akhir malam
(waktu sahur) mereka memohon ampun kepada Allah.”
(QS Adz Dzariyat 17-18)

“Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Robbnya ? katakanlah “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS Az Zummar 9 )\

Imam Thobrani meriwayatkan dalam Al Kabir dari Salman Al Farisi ra,
ia berkata : Rosulullah SAW bersabda :

“Hendaklah kamu selalu mengerjakan shalat malam, sebab shalat malam
itu adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelummu, yang dapat
mendekatkan dirimu dengan Robbmu, yang dapat menghapuskan kesalahan-
kesalanmu, dan benteng dari dosa serta menolak masuknya penyakit
kedalam badan.”